MATARAM, KOMPAS.com — Pemerintah Indonesia akan segera memulangkan sebanyak 461 TKI yang kini bekerja di Kuwait karena berbagai permasalahan.
"Dari jumlah tersebut baru sekitar 60 orang yang sudah dipulangkan, selebihnya sedang dalam persiapan," kata Humas Depnakertrans Subhan kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/11).
Di sela kesibukan menghadiri pembukaan program Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) oleh Menakertrans Muhaimin Iskandar, dia menjelaskan, Pemerintah Indonesia tidak akan mengirim calon TKI ke Kuwait hingga berbagai permasalahan TKI selesai.
Berbagai permasalahan yang dihadapi TKI di Kuwait, antara lain pembayaran gaji yang rendah, asuransi tidak terbayar, pekerjaan yang tanpa batas, dan masalah kekerasan.
"Minat masyarakat Indonesia untuk bekerja di Kuwait, termasuk di Arab Saudi, sangat besar, lebih dari 40.000 orang per bulan sehingga bagaimanapun permasalahan TKI di negara tersebut harus secepatnya diselesaikan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTB Agus Patria mengatakan, dari sekitar 4.610 TKI yang akan dipulangkan dari Kuwait, tidak ada yang dari NTB. "Para TKI yang dideportasi dari Kuwait tersebut kebanyakan berasal dari Jawa, tetapi kami akan terus memantau kemungkinan ada dari NTB," katanya.